"Jangan ada kesan Anwar untouchable di depan hukum," kata Wakil Ketua Komisi III DPR Soeripto.
Hal tersebut ia sampaikan saat jumpa pers yang dipenuhi gambar SBY-Boediono di President Centre, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2009).
Soeripto juga meminta KPK terus mengusut 54 anggota DPR yang diduga menerima sejumlah duit dari Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) tersebut. Termasuk soal pengembalian uang negara yang telah mereka nikmati.
"Kita akan meminta kejelasan ke KPK secepatnya," imbuhnya.
Desakan juga muncul dari Lumbung Informasi Rakyat (LIRA). Menurut Presiden LIRA Jusuf Rizal, bukti-bukti keterlibatan Anwar, baik lewat kesaksian di persidangan maupun bukti tertulis sudah cukupΒ banyak.
"Kami meminta KPK jangan tebang pilih," kecam pria yang pernah menjadi tim sukses SBY-JK dalam Pilpres 2004 lalu.
Nama Anwar memang sering disebut-sebut terlibat dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp 100 miliar ini. Terakhir, jaksa penuntut umum dalam kasus aliran dana BI dengan terdakwa Aulia Pohan cs, menyebut Anwar dan R Maulana Ibrahim turut berperan. Namun hal ini berkali-kali dibantah Anwar dalam berbagai kesempatan.
(mad/anw)











































