Biker Senior: Naik Moge Jiwanya Beda, Seperti Dibawa Setan

Biker Senior: Naik Moge Jiwanya Beda, Seperti Dibawa Setan

- detikNews
Senin, 15 Jun 2009 17:04 WIB
Biker Senior: Naik Moge Jiwanya Beda, Seperti Dibawa Setan
Jakarta - Aksi arogan oknum pengendara moto gede (moge) menuai kecaman. Perilaku yang ringan tangan dinilai kebablasan. Tapi memang bagi pengendara moge hal itu bisa saja terjadi, apalagi bagi bikers baru. Mengingat bila menaiki moge akan merasa diri lebih dibanding yang lain.

"Naik moge rasanya seperti dibawa sama setan. Di atas moge, jiwanya beda, secara tidak sadar merasa bahwa dia itu hebat. Apalagi kalau dia ramai-ramai konvoi," kata penasihat Ikatan Sport Harley Davidson Indonesia (ISHDI) Andre Soetjahyo saat dihubungi detikcom melalui telepon, Senin (15/6/2009).

Namun, bagi pria berusia 61 tahun ini, kelakuan oknum pengendara moge pada Darmawan Edwin Sudibyo pada Minggu 24 Mei 2009 di Puncak, Bogor, tidak bisa diterima. Hal itu biasanya dilakukan oleh pemilik moge yang masih baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kejadian di Puncak itu melampaui batas. Kenapa sampai meludah dan memukul," kata Andre yang telah mengenal moge sejak usia 15 tahun ini.

Diakuinya, bagi yang belum menaiki moge, akan sulit merasakan alasan kenapa pengendara bertindak arogan. Lebih-lebih apabila moge itu dikendarai anak muda yang baru saja punya moge atau dibelikan oleh orang tuanya.

"Jadi, kita kalau di atas moge ada pebedaan apalagi yang baru-baru. Dan karena ulah satu orang seperti ini, semua pengendara moge jadi kena getahnya," jelasnya.

(ndr/nrl)


Berita Terkait