"Air di kolam itu hanya 30 cm. Sangat aman. Dia tidak tenggelam dan ditemukan dalam kondisi hidup bukan tewas," kata Corporate Director of Sales & Marketing Waterbom Jakarta, Riana Bismarak, kepada detikcom, Senin (15/6/2009).
Penjaga mendatangi Kriswan karena si bocah tampak sendirian tanpa didampingi orang dewasa. Saat itu, Sabtu (13/6/2009) pukul 12.15 WIB, tidak ada pengasuh atau orang tua yang bersama Kriswan. Padahal sesuai aturan yang tertulis di Waterbom, anak di bawah 12 tahun harus di bawah pengawasan orang tua.
"Tak ada luka pada anak itu. Tapi life guard kami berinisiatif membawa anak itu ke klinik," kata Riana.
Selain membawa ke klinik, pihak Waterbom juga mencari orang tua Kriswan. Dokter klinik memberi rujukan agar anak TK itu dibawa ke RS PIK. Bersama sang ibu dan keluarganya, Kriswan lantas dibawa ke RS PIK. Sekitar pukul 13.30 WIB, Kriswan dinyatakan meninggal oleh RS PIK.
Jenazah Kriswan lantas dibawa ke RSCM untuk visum. Hasil visum menyatakan tidak ada luka ataupun benturan pada Kriswan. "Apa penyebab kematiannya itu hal yang sangat privasi keluarga dan bukan komsumsi publik," kata Riana.
Pihak Waterbom sudah menjalani pemeriksaan dan membuat berita acara pemeriksaan (BAP) di Polsek Penjaringan. "Kita sudah bikin BAP. Nanti kalau masih ada yang diperlukan lagi untuk diperiksa kami siap," tegas Riana.
(iy/nrl)











































