Sopir Darmawati Sempat Mengira KPK Rampok

Kasus Dermaga Timur

Sopir Darmawati Sempat Mengira KPK Rampok

- detikNews
Senin, 15 Jun 2009 13:41 WIB
Sopir Darmawati Sempat Mengira KPK Rampok
Jakarta - Sebelum tertangkap, mobil yang dikendarai penyidik KPK dan mobil terdakwa kasus suap proyek bandara dan pelabuhan di Indonesia Timur, Darmawati, sempat kejar-kejaran. Mobil Darmawati terus menghindar karena mengira penyidik KPK rampok.

Demikian kesaksian yang disampaikan sopir Darmawati, Darwis, saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (15/6/2009).

Pada 2 Maret 2009, Darwis mengantar Darmawati ke rumah makan Riung Kuring untuk bertemu dengan anggota DPR Abdul Hadi Djamal. Mereka bertiga keluar dari tempat tersebut sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat melaju di sekitaran Hotel Borobudur, Darwis merasa mobil yang dikendarainya ada yang membututi. "Ibu, kita kayaknya ada yang buntutin, mobil di belakang," kata Darwis kepada Darmawati yang duduk di belakang.

Menurut Darwis, saat dirinya mempercepat laju, mobil di belakangnya terus mengikuti. "Pak Darwis itu rampok, bahaya kita, lari kita," kata Darmawati saat itu kepada Darwis.

Tepat di bilangan Jl Jendral Sudirman, mobil Darmawati dihentikan oleh KPK. Dua penyidik KPK langsung turun sambil menunjukan ID mereka.

"Saya diam, saya lemas. Saya pikir saya nggak jadi mati. Mereka KPK bukan rampok," kata Darwis.

Saking takutnya, Darwis bahkan sempat akan mengarahkan kendaraan ke arah Polda Metro Jaya untuk meminta perlindungan.

Setelah itu, Dawis, Darmawati, Abdul Hadi beserta uang Rp 54,5 juta dan US$ 90 ribu langsung diboyong ke kantor KPK.
(mok/aan)


Berita Terkait