HDCI: Kalau Macet, Pengendara Moge Harus Sabar

Arogansi Moge di Puncak

HDCI: Kalau Macet, Pengendara Moge Harus Sabar

- detikNews
Senin, 15 Jun 2009 10:55 WIB
HDCI: Kalau Macet, Pengendara Moge Harus Sabar
Jakarta - Arogansi pengendara motor gede (moge) kembali terjadi. Korbannya adalah Darmawan Edwin Sudibyo (51) dan keluarganya di kawasan macet di Puncak, Cisarua, Bogor.

Sekjen Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Pusat Joko Saturi mengimbau pengendara moge untuk mengerti jika lalu lintas sedang macet. Pengendara harus sabar.

"Naik motor gede (moge) sudah dapat perhatian orang, apalagi kalau membuat pelanggaran. Kalau lagi macet pengendara harus mengerti. Dibutuhkan kesabaran dan kearifan," ujar Joko Saturi dalam perbincangan dengan detikcom lewat telepon, Senin (15/6/2009).

Joko juga mengimbau agar masyarakat juga mengerti moge berukuran besar dan berat. "Diberilah kesempatan untuk lewat," katanya.

Joko menyatakan, Ketum HDCI Letjen Purn Suyono juga sudah memberikan pengarahan agar pengendara moge mengendalikan diri jika berada di jalan.

"Beliau tidak suka arogansi. Beliau juga bilang, kalau konvoi tidak usah banyak-banyak, maksimum lima kendaraan," jelasnya.

Harian Kompas edisi hari ini melansir, arogansi moge itu terjadi pada 24 Mei lalu di kawasan Puncak sekitar pukul 16.00. Edwin mengendarai mobil Nissan X-Trail dari arah Cisarua menuju Jakarta. Bersama Edwin, ikut pula istrinya, Dian Fara (39), yang tengah hamil lima bulan; ketiga anaknya, yaitu Akbar (14), Athaa (7), dan Raditya (4); serta ayah mertua, Syahrul Malik (70).

Menurut Edwin, ketika itu kondisi jalan tengah macet. Lalu, muncul konvoi moge yang melaju di jalur kanan menuju Jakarta. Konvoi yang dibimbing oleh vorrijder itu rupanya terputus karena padatnya lalu lintas. Rombongan moge yang tertinggal rupanya menganggap mobil yang dikendarai Edwin menghalangi laju konvoi.

Akibatnya, pengendara moge menggebrak-gebrak dan mengepung mobil Edwin. Edwin juga kena dimaki, diludahi dan kena pukul. Mobilnya rusak. Anak istri Edwin menangis histeris. Mereka kini trauma mendengar kata Puncak. Edwin melaporkan kejadian ini ke Polda Cisarua dan menjalani visum.

Joko tidak mengetahui apakah anggota HDCI yang melakukan tindak arogansi itu. Dia menyerahkan kasus itu ke polisi.

"Yang penting pengendalian diri. Kejadian ini biar polisi yang menindak," imbuh Joko.
(nik/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads