Padahal sebelumnya, Netanyahu sama sekali tak mau memberikan komitmennya atas isu pembentukan negara Palestina. Demikian seperti dilansir kantor berita Reuters , Senin (15/6/2009).
Dalam pidatonya, Minggu, 14 Juni waktu setempat, Netanyahu mengatakan dirinya kini mendukung pembentukan negara Palestina. Namun hanya jika Israel lebih dulu menerima jaminan internasional bahwa negara Palestina itu tidak akan memiliki militer. Palestina juga harus mengakui Israel sebagai negara Yahudi.
"Jika kami menerima jaminan tentang demiliterisasi ini dan kebutuhan keamanan Israel, dan jika Palestina mengakui Israel sebagai negara rakyat Yahudi, maka kami akan siap dalam kesepakatan damai mendatang untuk mencapai solusi di mana negara Palestina yang tanpa militer hidup berdampingan dengan negara Yahudi," kata Netanyahu dalam pidatonya di Universitas Bar Ilan di dekat Tel Aviv.
Pidato tersebut merupakan jawaban Netanyahu atas pidato Obama untuk dunia Arab yang disampaikan di Kairo, Mesir belum lama ini. Namun meski begitu Netanyahu tetap tidak mau menyampaikan janjinya untuk menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina.
Dikatakan Netanyahu, pemerintahannya memang tidak berniat membangun pemukiman baru Yahudi. Namun dirinya juga akan membiarkan apa yang disebutnya "pertumbuhan alami" pemukiman Yahudi yang telah ada.
Padahal sebelumnya Obama telah beberapa kali menyerukan pemerintah Israel untuk benar-benar menghentikan semua bentuk pembangunan pemukiman Yahudi di Palestina.
(ita/iy)











































