Diusulkan Agar Traktat Schengen Dibekukan

Jelang G8 Summit

Diusulkan Agar Traktat Schengen Dibekukan

- detikNews
Minggu, 14 Jun 2009 15:23 WIB
Diusulkan Agar Traktat Schengen Dibekukan
Roma - Traktat Schengen diusulkan agar dibekukan. Traktat ini memudahkan mobilitas dan lalulintas penduduk negara pihak di Eropa, tak perlu visa.

Usulan untuk membekukan Traktat Schengen tersebut disampaikan oleh pemerintah Italia untuk periode 28/6 sampai 15/7/2009. Tujuannya untuk menjamin keamanan penduduk setempat, delegasi G8, serta para pemimpin dunia yang akan melakukan pertemuan G8 di L'Aquila, pada 8-10/7/2009 akan datang.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Italia Roberto Maroni secara resmi telah menyampaikan mengenai usulan itu dalam konferensi media pada pertemuan para Menteri Dalam Negeri dan Menteri Yustisi negara-negara Schengen (30/5/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam website G8 (10/6/2009) disebutkan bahwa kebijakan itu merupakan salah satu tindakan keamanan, yang diberlakukan oleh pemerintah untuk menghadapi pertemuan G8 pada Juli akan datang.

Konsekuensinya, penduduk Eropa di wilayah Schengen, akan kembali menjadi subyek pemeriksaan perbatasan (imigrasi), sebelum diizinkan untuk masuk Italia. Termasuk penduduk Italia sendiri kalau mau bepergian ke luar negeri akan diminta untuk membawa paspor atau kartu identitas lainnya setara paspor.

Negara-negara pihak dalam Traktat Schengen adalah Austria, Belanda, Belgia, Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Hungaria, Italia, Jerman, Latvia, Lithuania, Luksemburg, Malta, Polandia, Portugal, Prancis, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Yunani, dan tiga negara non-UE: Islandia, Norwegia dan Swis.

Traktat Schengen ini secara eksplisit mengatur bahwa tiap-tiap negara anggota dapat membekukan kebebasan lalulintas penduduk bilamana ada even khusus.

Pembekuan tersebut harus memenuhi seperangkat regulasi sangat spesifik dan hanya bisa diberlakukan hanya untuk waktu atau periode terbatas.

(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads