Demikian dikatakan Menteri Dalam Negeri Iran, Sadeq Mahsouli, seperti dikutip dari reuters, Sabtu (13/6/2009). Sementara penantang Ahmadinejad, Mirhossein Mousavi (67), hanya memperoleh 33.75 persen suara.
Mousavi langsung menolak hasil penghitungan suara yang disebutnya sebagai "tebakan yang berbahaya". Mantan PM Iran ini kembali melancarkan protes atas banyaknya pelanggaran yang terjadi dalam Pilpres Jumat, 12 Juni kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Mausavi telah mengklaim dirinya sebagai pemenang definitif. Dia mengungkapkan banyak pemilih tidak dapat memilih karena surat suara yang kurang.
Tapi, bagaimanapun penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Iran tampaknya telah menjamin Ahmadinejad kembali memimpin Iran untuk keduakalinya. Ahmadinejad memperoleh 61,6 persen suara, sedangkan Mousavi 32,5 persen. Pemilu Iran kali ini diikuti oleh 39 juta pemilih atau 80 persen dari pemilih terdaftar. (irw/irw)










































