"Kalau tata ruang ini kita tata lebih baik dan yang tumpang tindih sejak belasan tahun lalu kita perbaiki, maka kekayaan emas, nikel dan aspal di daerah bisa terus berkembang," ujar SBY dalam kampanye di GOR KONI, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (13/6/2009).
Menurut SBY, masalah tata ruang jadi salah satu hambatan pengembangan potensi ekonomi daerah. Akibat tata ruang yang tumpang tindih dan tidak jelas, warga masyarakat setempat tidak dapat memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitarnya demi meningkatkan kesejahteraan
Agar potensi makin memberi manfaat, perlu didukung sarana infrastructure seperti pelabuhan, listrik, bandara dan jalan raya. Upaya selanjutnya dalam kembangkan ekonomi daerah adalah mendorong
calon investor bersedia berusaha di daerah itu.
Setelah investor masuk, yang menjadi agenda berikutnya adalah melibatkan masyarakat dalam kegiatan ekonomi berlangsung. Sehingga pemanfaatan potensi ekonomi bisa adil dan merata dirasakan tidak oleh
pengusaha, tapi juga warga.
"Tapi dengan catatan pemdanya tidak menghambat. Kalau ada tender maka tender yang benar, jangan ada KKN. Berikan kesempatan yang sama pada mereka yang berusaha. Maka demi rakyat, jangan dihalang-halangi dan jangan ada kepentingan pribadi, bisa-bisa tidak berkembang daerah kita," sambung SBY.
(lh/zal)











































