Korut juga bertekad akan memulai program pengayaan uranium dan plutonium pada proyek senjata nuklirnya.
Demikian dicetuskan juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut seperti dikutip kantor berita resmi Korut, KCNA dan dilansir Reuters , Sabtu (13/6/2009).
Resolusi DK PBB pada Jumat, 12 Juni waktu setempat melarang semua ekspor senjata dari Korut dan impor senjata ke negeri komunis itu. Resolusi itu juga mengizinkan negara-negara anggota PBB menginspeksi lautan, udara, dan kargo darat Korut.
Seorang pejabat senior Korea Selatan (Korsel) mengatakan, Korut kemungkinan akan merespons sanksi PBB itu dengan "uji coba nuklir lainnya dan kemungkinan rudal-rudal lainnya".
"Mereka tidak akan pernah menyerah soal senjata nuklir mereka," ujar pejabat yang enggan disebutkan namanya itu mengingat sensitifnya masalah ini.
Korut telah memicu ketegangan dalam beberapa bulan ini dengan melakukan peluncuran rudal-rudal, memulai kembali aktivitas nuklirnya dan bahkan pada 25 Mei lalu melakukan uji coba nuklir.
Pemerintah AS telah mengecam keras tindakan Korut yang dianggap sebagai ancaman bagi perdamaian dunia. Washington bahkan menegaskan akan memberikan sanksi tersendiri bagi negeri itu.
(ita/ita)











































