"Penyebabnya dari kompor minyak tanah. Ini kesalahan manusia, karena ada proses kegiatan sebelumnya," kata Penyidik Dinas Kebakaran Jakarta Timur, Supriadi, yang ditemui di lokasi kejadian di Jalan Cililitan Besar, Cililitan, Jakarta Timur, Sabtu (13/6/2009).
Supriadi menjelaskan, api berasal dari dapur pemilik pangkalan dan pabrik minyak oplosan bernama Keisin (60). "Karena Keisin punya pekerja dan pekerjanya lagi masak. Di sekitar itu, banyak bahan bakar. Jadi karena menggunakan kompor minyak tanah, api menguap dan menyambar bahan bakar yang berada di sekitar situ," jelasnya.
Pengamatan detikcom, api sudah berhasil dipadamkan. Namun asap yang masih mengepul membuat mata perih, karena salah satu bahan bakar yang terbakar adalah solar. Akibat kejadian itu, kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.
(zal/aan)











































