Minta Maaf, Polda Riau Akui Salah Tembak Edikson Sianturi

- detikNews
Sabtu, 13 Jun 2009 14:55 WIB
Pekanbaru - Awalnya Polda Riau bersikeras tidak terjadi salah tembak dalam kasus pengungkapan sindikat perampok. Edikson Sianturi dianggap dari komplotan perampok di sejumlah wilayah Riau. Namun setelah kasus ini mencuat hingga ke Mabes Polri dan Komnas HAM, akhirnya Polda Riau mengakui telah terjadi kesalahan prosedur sehinga Edikson menjadi korban salah tembak.

"Atas nama institusi Polri dan khususnya atas nama Polda Riau, kami mohon maaf atas keterangan kami yang menyebut korban Edikson Sidabutar bagian dari komplotan perampok. Dalam kasus ini kita masih menyelidiki secara interen atas salah tembak tersebut," kata Kabid Humas Polda Riau, AKBP Zulikfli didampingi Direskrim, serta jajaran Poltabes Pekanbaru.

Permohonan maaf ini dilakukan Polda Riau, setelah dilakukan rekontruksi kasus penembakan yang terjadi 22 Mei 2009 di lokasi Pasar Minggu, Kandis, Kabupaten Siak. Dalam rekontruksi itu terungkap ternyata korban Edikson Sidabutar memang menjadi korban salah tembak.

"Waktu kita dikonfirmasi wartawan ketika kasus itu terjadi, kita belum didukung fakta yang sesuai dengan kejadian sebenarnya. Dan setelah dilakukan rekontruksi memang telah terjadi kesalahan prosedur yang mengakibatkan terjadi salah tembak dengan korban Edikson," kata Zulkifli.

Sedangkan Kapoltabes Pekanbaru, Kombes Berty Deka Sinaga kepada detikcom menyebut, bahwa pihaknya bersama Polres Siak melakukan operasi gabungan untuk menangkap pelaku perampokan bernama Anggiat Hutagaol. Dalam aksi penyergaban, Anggiat bersama Edikson Sianturi sedang berada di warung kopi yang sama.

"Saat kita gerebek warung tersebut, Edikson melarikan diri. Padahal kita sudah memberikan tembakan peringatan. Karena melarikan lantas  anggota di lapangan lantas menembaknya. Walau belakangan bahwa korban salah tembak," kata Berty Sinaga.

Dalam masalah ini, pihak Poltabes Pekanbaru telah melakukan pemeriksaan interen kepada anggota yang ikut dalam operasi gabungan tersebut. "Wakasat Reskrim, dua anggota Bintara telah menjalani pemeriksaan di provost. Karena masalah ini melibatkan Polres Siak, maka Polda Riau juga menangani kasus tersebut. Siapa yang melakukan penembakan saat itu, semuanya masih dalam proses penyelidikan di Polda Riau," kata Berty Sinaga.

Namun demikian, kuat dugaan kasus salah tembak sasaran yang mengakibatkan Edikson meninggal dunia ini, dilakukan anggota Polres Siak. Seluruh  tim operasi gabungan dari Polres Siak, saat ini juga menjalani pemeriksaan di Polda Riau.

Sementara itu, keluarga korban melaporkan kasus salah tembak ini ke Mabes Polri dan Komnas HAM. Keluarga koban merasa kesal atas sikap Poltabes Pekanbaru dan Polres Siak yang sebelumnya bersikeras menganggap Edikson komplotan bandit. Namun setelah kasus ini dibawa ke Mabes dan Komnas HAM, jajaran Polda Riau buru-buru mengakui telah terjadi salah tembak.



(cha/djo)