Akibat peristiwa itu, tim pemadam kebakaran memilih mundur, Sabtu (13/6/2009). Melalui megaphone, seluruh tim pemadam diperintahkan kembali ke kendaraan dan pulang ke kantor. Padahal, api yang membakar depo elpigi Pertamina masih menyala.
Aksi ini tentu dicegah oleh beberapa petinggi Pertamina yang memang sedang memantau kebakaran. Namun sepertinya para petugas pemadam masih kecewa dengan aksi kekerasan yang diterima salah satu anggotanya, Sahabuddin.
Peristiwa itu bermula saat petugas pemadam kebakaran sedang menyiram tangki yang terbakar dengan busa atau fom. Petugas memang tidak menyemprot dengan air karena ada kemungkinan api semakin besar.
Petugas keamanan Pertamina mencoba membantu memadamkan api dengan menyiram air ke tangki tersebut. Namun aksi itu dilarang oleh petugas pemadam kebakaran karena api dapat merembet jika disemprot dengan air. Namun larangan itu rupanya membuat petugas keamanan Pertamina marah dan memukul salah satu petugas pemadam kebakaran.
Meski api masih berkobar, para petugas pemadam kebakaran itu hanya duduk-duduk di sekitar mobil operasionalnya. Sementara pihak Pertamina masih bernegosiasi dengan petugas pemadam kebakaran.
(ken/aan)











































