Pertemuan digelar pada 10 Juni 2009, dan menjadi pintu bagi konsultasi intensif selanjutnya. Pertemuan ini diharapkan juga mampu mempertegas posisi Austria sebagai mitra strategis Indonesia di Eropa.
Berbagai isu isu penting dibahas dalam pertemuan ini, seperti peningkatan hubungan perdagangan, investasi, pendidikan, budaya, dialog antar keyakinan (interfaith dialogue), sister city Yogyakarta-Tyrol, implementasi MOU bebas visa diplomatik dan dinas, serta dukungan Austria dalam upaya mencabut larangan terbang maskapai penerbangan Indonesia ke wilayah Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam bidang perdagangan, figur perdagangan bilateral mencapai kenaikan dengan nilai US$ 393,4 juta pada tahun 2008 dibandingkan dengan nilai perdagangan tahun 2007 atau mengalami peningkatan 159%. Indonesia mengharapkan angka perdagangan dapat ditingkatkan, antara lain melalui promosi dan fasilitasi perdagangan.
Kedua pihak juga sepakat untuk menyelesaikan pending documents yang terkait dengan ekonomi, yaitu draft Agreement on Economic and Industrial Cooperation and draft Agreement on Protection and Promotion of Investment.
Sebagai tindak lanjut dari MoU di bidang iptek yang ditandatangani tahun 2006 dan ditindak lanjuti dengan kunjungan Menristek ke Austria bulan Mei 2009 lalu, kedua pihak sepakat untuk mengembangkan kerjasama di bidang biodiesel. Selain itu, telah terjalin kerjasama antara Kedubes Austria di Jakarta dan Yayasan Tidar dalam pembuatan 3D Animation untuk promosi dan pelestarian Candi Borobudur.
Di bidang sosial budaya, kedua pihak menyambut baik terobosan kerjasama yang dilakukan melalui pertukaran diplomat, pengiriman ulama Indonesia ke Austria dan juga seminar/simposium yang baru saja dilakukan dengan tema "State, Law and Religion in Pluralistic Societies: Indonesian and Austrian Perspectives".
Indonesia menyampaikan bahwa kerjasama di bidang ini merupakan perekat baru dalam hubungan bilateral antara kedua negara. Austria menyampaikan komitmennya untuk meneruskan kerjasama di bidang interfaith dialogue. Tahun depan menurut rencana akan diselenggarakan simposium serupa secara bergantian di kedua negara.
(ndr/)











































