"Memang sangat disayangkan terjadi lagi. Karena itu TNI harus terbuka untuk diaudit," kata Agung saat hendak meninggalkan Gedung DPR, Jumat (12/6/2009).
Hal ini disampaikan dia menanggapi jatuhnya helikopter TNI AD di Lanud Atang Sendjaja, Bogor, Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Termasuk yang tua-tua itu diperiksa kelayakannya, dan bagaimana pemeliharaan dan perawatannya selama ini," papar Agung.
Soal audit itu, Agung tak menampik jika hal tersebut juga dilakukan terkait audit penggunaan anggaran oleh TNI.
Menurutnya, anggaran pertahanan untuk TNI memang minim. Namun bukan berarti harus dilakukan penghematan dalam biaya perawatan dan pemeliharaan. "Harus tetap sesuai standar," ungkapnya.
Setelah diaudit nanti, maka akan diketahui apa penyebab utama seringnya terjadi musibah angkutan udara TNI yang jatuh.
Jika memang karena anggarannya yang minim, kata Agung, DPR akan mendorong agar anggaran pertahanan pada tahun 2010 ditingkatkan.
Soal pertanggungjawaban Panglima TNI sebagai pimpinan tertinggi TNI, Agung menolak mengomentarinya.
Namun menurutnya, dari hasil audit akan ketahuan apa penyebab utama kecelakaan alat angkutan udara TNI.
"Audit dulu, baru nanti ketahuan bagaimananya," tutup Agung sambil berlalu.
(Rez/ndr)











































