Sobiq Fanani menyelesaikan studi penerbangnya di AAU Yogyakarta pada 1996. Dia kemudian menjadi pilot untuk TNI AU. Karena track recordnya bagus, Sobiq kemudian juga dipercaya menjadi instruktur para pilot.
"Dia teman saya satu angkatan. Saya kemudian di Penerbad, dia tetap ditugaskan di TNI AU. Dia sekarang jadi instruktur para pilot," kata salah seorang anggota TNI teman Sobiq Fanani yang tidak mau disebutkan namanya, kepada detikcom, Jumat (12/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sobiq Fanani mengalami luka dalam kecelakaan ini. Kopilot Lettu Wisnu juga mengalami luka. Demikian juga tiga anggota lainnya. Saat ini, kelima orang ini dirawat secara intensif di RS Atang Sendjaja, Semplak, Kabupaten Bogor. Sedangkan Serka Dodi dan Serka Catur Heli tewas dalam kecelakaan itu.
Heli Puma H3306 mengalami naas dalam penerbangan pasca perawatan rutin. Heli jatuh dan mengalami kerusakan yang sangat berat dan tidak bisa dipakai lagi. (asy/nrl)











































