Meletus, Gunung Sangiang Api di Bima Berstatus Siaga I

Meletus, Gunung Sangiang Api di Bima Berstatus Siaga I

- detikNews
Jumat, 12 Jun 2009 16:43 WIB
Meletus, Gunung Sangiang Api di Bima Berstatus Siaga I
Mataram - Aktivitas vulkanik Gunung Sangeang Api setinggi 1.842 meter di atas permukaan laut di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkat. Status gunung api ini meningkat menjadi siaga I, setelah sebelumnya berstatus waspada.

"Statusnya sejak hari ini siaga I. Ini dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bandung," ujar Kepala Pos Pengamatan Gunung Sangaiang Api Junaidin A Wahab melalui sambungan telepon Jumat (12/6/2009).

Sejak tadi pagi, Sangiang api masih menyemburkan asap berwarna putih setinggi 25 meter dari pucuk gunung. Aktivitas gunung ini terus meningkat sejak dinyatakan berstatus waspada pada 4 Juni lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gempa vulkanik juga terus terjadi. Alat pencatat gempa yang dipasang di gunung ini menunjukkan guncangan terjadi hingga 580 kali dihitung sejak kemarin.

Aktivitas magma dalam perut gunung juga kata Junaidin terus meningkat berupa tekanan lava. Kata dia, kondisi gunung sewaktu-waktu bisa meletus dengan letusan batu pijar yang disertai awan panas.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB Heriadi Rachmat mengatakan dengan status Gunung Sangeang Api saat ini, ia mengimbau masyarakat selalu  mengikuti arahan dari Badan Daerah Penanggulangan Bencana Daerah (BDPB) dan Satlak Penanggulangan Bencana. Di kaki gunung ini, masyarakat bermukim di dua desa.

Menurut sejarah letusan Gunung Sangeang Api, letusan terakhir terjadi pada  tahun 1997 - 1999. Sifat letusannya adalah eksplosif dan ada juga kombinasi eksplosif dengan efusif yang dicirikan oleh pembentukan kubah lava, guguran lava pijar dan leleran lava.

Letusan paling besar terjadi pada 1985. Saat itu, seluruh penduduk dievakuasi ke wilayah Sangeang Darat di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Letusan tahun 1985 diikuti awan panas, letusan abu, dan aliran lava. Waktu tempuh Sangeang Darat ke lokasi Gunung Sangeang Api sekitar satu jam menggunakan perahu motor.

(nwk/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads