"Statusnya sejak hari ini siaga I. Ini dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bandung," ujar Kepala Pos Pengamatan Gunung Sangaiang Api Junaidin A Wahab melalui sambungan telepon Jumat (12/6/2009).
Sejak tadi pagi, Sangiang api masih menyemburkan asap berwarna putih setinggi 25 meter dari pucuk gunung. Aktivitas gunung ini terus meningkat sejak dinyatakan berstatus waspada pada 4 Juni lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aktivitas magma dalam perut gunung juga kata Junaidin terus meningkat berupa tekanan lava. Kata dia, kondisi gunung sewaktu-waktu bisa meletus dengan letusan batu pijar yang disertai awan panas.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB Heriadi Rachmat mengatakan dengan status Gunung Sangeang Api saat ini, ia mengimbau masyarakat selalu mengikuti arahan dari Badan Daerah Penanggulangan Bencana Daerah (BDPB) dan Satlak Penanggulangan Bencana. Di kaki gunung ini, masyarakat bermukim di dua desa.
Menurut sejarah letusan Gunung Sangeang Api, letusan terakhir terjadi pada tahun 1997 - 1999. Sifat letusannya adalah eksplosif dan ada juga kombinasi eksplosif dengan efusif yang dicirikan oleh pembentukan kubah lava, guguran lava pijar dan leleran lava.
Letusan paling besar terjadi pada 1985. Saat itu, seluruh penduduk dievakuasi ke wilayah Sangeang Darat di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Letusan tahun 1985 diikuti awan panas, letusan abu, dan aliran lava. Waktu tempuh Sangeang Darat ke lokasi Gunung Sangeang Api sekitar satu jam menggunakan perahu motor.
(nwk/nwk)











































