Meski begitu, Mabes TNI AD meminta semua pihak tidak bersikap pesimistis. Justru Alusista hanya pelengkap dan yang penting militansi prajuritnya.
"Kita jangan terlalu pesimistis, kita tidak seperti itulah. Terkesan alutsista kita parah dan tidak bisa melindungi negara dan warga negaranya," kata Kepala Dinas Penerangan AD, Brigjen TNI Christian Zebua dalam coffee morning bersama wartawan di Mabes TNI, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (11/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Christian menjelaskan, bagi prajurit AD alustista, khususnya senjata tempur yang dimiliki merupakan produk dalam negeri dari PT Pindad. Tentunya, kondisi ini berbeda dengan keadaan alutsista TNI diera 1960-an yang sebagian besar merupakan produk luar negeri.
Terkait kasus Ambalat, Christian menambahkan, konstelasinya sudah mereda. Diakuinya, kasus konflik perbatasan saat ini yang lebih mencuat soal pelanggaran perbatasan udara dan laut yang melibatkan TNI AL dan AU.
Namun apapun yang terjadi, misalnya sampai perang yang melibatkan dua negara, selalu diselesaikan di darat. "Siapa pun yang di situ harus disenergikan. Prajurit AD saat ini sering melakukan latihan untuk menghadapi segala bentuk ancaman dari negara manapun, tidak hanya dengan Malaysia," ujarnya.
(zal/ken)











































