Dalam pilpres ini, Presiden Mahmoud Ahmadinejad yang berhaluan garis keras akan bertarung dengan kandidat pro-reformasi, Mir Hossein Mousavi, yang lebih terbuka untuk memperbaiki hubungan dengan Washington.
Mousavi merupakan penantang utama Ahmadinejad. Mousavi pernah menjadi perdana menteri Iran pada tahun 1980-an.
Sesuai tradisi, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memasukkan kartu suaranya ke dalam kotak suara beberapa menit setelah tempat pemungutan suara dibuka. Khamenei menyerukan warga Iran untuk mengabaikan berbagai rumor seputar pemilihan.
"Kami harapkan masyarakat yang berkumpul di tempat-tempat pemungutan suara bisa memilih pilihan terbaik untuk memimpin kekuasaan eksekutif selama empat tahun," kata Khamenei.
"Jika sebagian berniat menciptakan ketegangan, ini akan membahayakan masyarakat. Jangan dengarkan rumor-rumor," serunya seperti dilansir kantor berita AFP , Jumat (12/6/2009).
Sulit untuk memprediksi pemenang pilpres ini. Bahkan kemungkinan besar akan terjadi pemilihan putaran kedua.
Pemenang membutuhkan 50 persen plus satu suara. Jika tak ada yang mencapai angka itu, pemilihan putaran kedua akan digelar pada 19 Juni. Hasil awal pilpres ini diperkirakan akan diketahui Sabtu, 13 Juni besok.
Ahmadinejad diyakini mendapat dukungan luas di kalangan Garda Revolusioner dan para ulama Iran. Selain Mousavi, dua kandidat lainnya yang ikut bersaing, yakni mantan komandan Garda Revolusioner Mohsen Rezaei dan mantan ketua parlemen Mahdi Karroubi.
(ita/iy)











































