Warga 5 Ulu Palembang Cemas Hadirnya Kebakaran Susulan

Warga 5 Ulu Palembang Cemas Hadirnya Kebakaran Susulan

- detikNews
Jumat, 12 Jun 2009 02:04 WIB
Warga 5 Ulu Palembang Cemas Hadirnya Kebakaran Susulan
Palembang - Ribuan warga 5 Ulu Palembang, saat ini masih terus bersiaga di kampung. Mereka cemas akan ada kebakaran susulan, setelah kebakaran pada 7 Juni 2009 lalu yang menghanguskan puluhan rumah.

"Ya, kami cemas ada kebakaran susulan. Sebab sehari setelah kejadian, kami menemukan dirijen berisi minyak tanah, dan sebagian sudah disiram ke dinding sekolah, sepasang sandal. Kami percaya, minyak tanah itu buat menyulut api yang baru," kata Minah, warga 5 Ulu Palembang, yang rumahnya tidak terbakar pada 7 Juni 2009 lalu, Kamis (11/06/2009).

Memang, berdasarkan kesaksian dan kini tengah diselidiki polisi, kebakaran itu bermula dari rumah warga bernama Eddy, yang kemudian api meluas hingga menghanguskan rumah para tetangganya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi kan segala kemungkinan dapat terjadi, apalagi isunya sudah lama pemukiman kami ini akan digusur demi pembangunan di tepi sungai Musi," kata Minah.

Pernyataan Minah dibenarkan Husin, warga 5 Ulu lainnya. "Kami setiap malam berjaga. Ya, kita mengantisipasi kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Sementara Direktur Walhi Sumsel Anwar Sadat kepada detikcom, Kamis (11/06/2009), mengatakan pihaknya mendesak kepolisian segera mengungkap penyebab munculnya api yang menyebabkan kebakaran tersebut, serta menyelidiki informasi adanya penemuan satu dirijen minyak tanah tersebut.

"Di sisi lain, kami juga meminta pemerintah segera menyelesaikan dokumen-dokumen penting milik warga seperti ijazah, surat tanah, yang turut terbakar, diurus secepatnya dan gratis," katanya.

Walhi Sumsel sendiri membuka posko bantuan di lokasi kebakaran tersebut. Sementara di lokasi, bantuan terus datang ke warga. Baik berupa bentuk beras, makanan instan, hingga pakaian. Sebagian juga sudah membangun kembali pondok di lokasi tanah milik mereka. Atau sebagian warga membersihkan puing-puing dan mencoba mengumpulkan kembali harta benda yang masih tersisa.

(tw/mok)


Berita Terkait