Desakan itu disampaikan Presiden SBY di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2009).
"Kasus Siti Hajar, saya sangat prihatin karena perbuatan itu di luar batas kewajaran," kata SBY yang mengenakan kemeja lengan pendek warna hijau.
SBY mengaku sudah bicara langsung dengan pemerintah Malaysia dan menginstruksikan kepada Departemen Luar Negeri, KBRI dan instansi yang berkaitan dengan TKI, TKW agar segera menyelesaikan kasus ini.
"Kita minta agar ada perlakukan yang seadil-adilnya. Karena, satu warga negara kita saja yang diperlakukan seperti ini adalah kewajiban bagi bangsa kita untuk memberikan perlindungan," ujar capres dari Partai Demokrat ini.
Dikatakan dia, para TKW ini adalah pahlawan devisa. Jadi, sudah seharusnya dilindungi, bukan dengan janji tetapi dengan bukti.
SBY juga menceritakan pengalamannya saat terpilih menjadi presiden pada tahun 2004 silam.
"Sejak awal saya menjadi presiden, saya langsung ke Cengkareng untuk menemui para TKW yang baru datang dari Arab. Ada sekitar 50 orang yang saya tanyai. Hampir rata-rata sudah merasakan nyaman bekerja di luar," kata SBY.
Namun demikian, lanjut dia, tidak bisa dipungkiri dari 50 orang yang ditanyai masih ada 3 orang yang kena masalah. "Setelah kita mendengar keluh kesahnya, kita langsung menangani. Biar bagaimana pun mereka harus diberikan perlindungan," lanjut dia.
(aan/iy)











































