Dalam pembicaraan yang berlangsung sekitar 5 menit, SBY memberikan dukungan spirit agar Siti tegar menghadapi cobaan.
"Untuk Siti Hajar, tenangkan hati. Semoga pulih kembali. Semua menyayangi Siti Hajar," ujar SBY ketika berbicara langsung melalui telepon yang loudspeaker kepada Siti. SBY menelepon Siti ketika rombongan KBRI menjenguknya di Universiti Malaya Medical Centre, Kuala Lumpur, pukul 12.00, Kamis (11/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua terluka hatinya, warga negara Indonesia mendapat perlakuan seperti ini. Ini memprihatinkan. Oleh karena itu, Siti Hajar yang tegar. Pemerintah bantu, Pak Dubes bantu, Pak Jumhur (Kepala BNP2TKI) juga bantu. Semua bantu," tutur SBY.
SBY juga menjamin akan memikirkan masa depan dan nasib Siti beserta keluarganya.
SBY juga menghargai tindakan polisi Malaysia yang bergerak cepat. "Namun hukum harus tetap ditegakkan, hak-hak Siti harus diberikan," imbuhnya.
Mendengar dukungan moril dari presiden, Siti terharu menangis. Ibu dua anak ini berterima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah.
"Terima kasih banyak, karena pejabat-pejabat Indonesia bersedia menengok saya dan peduli saya walaupun badan saya sudah hancur," tutur Siti sambil tersedu-sedu.
"Tabah dan tawakal, ada hari esok yang lebih baik. Salam sayang dari saya dan keluarga untuk Siti dan keluarga yang ada di Garut," tutup SBY mengakhiri pembicaraan.
(rmd/nrl)











































