Fermin Lorico diserang di jalan beberapa jam setelah memimpin aksi protes terhadap Arroyo di Kota Dumaguete, Rabu, 10 Juni kemarin. Lorico merupakan pemimpin serikat pekerja peternakan lokal yang bersekutu dengan kelompok politik sayap kiri.
Dalam pidatonya di aksi protes itu, Lorico mengecam Arroyo dan sekutu-sekutunya. Dia menuduh Arroyo membuat plot untuk terus mempertahankan kekuasaannya. Demo tersebut diikuti oleh ratusan aktivis sayap kiri, para politikus oposisi dan pekerja gereja Katolik Roma.
Motif pembunuhan itu belum diketahui. Namun Juliet Ragay, rekan Lorico di serikat pekerja tersebut, menduga serangan itu merupakan bagian dari plot pemerintah. Tujuannya, untuk membasmi para pengkritik pemerintahan.
Demikian dicetuskan Ragay seperti dilansir kantor berita AFP , Kamis (11/6/2009).
Aksi demo serupa terjadi di Manila yang diramaikan oleh ribuan orang. Mereka memprotes gagasan oleh para anggota legislatif pro-Arroyo untuk menyusun ulang Konstitusi 1987. Oleh massa, gagasan tersebut dipandang sebagai upaya untuk mencabut batasan satu periode masa jabatan kepresidenan.
Sesuai konstitusi yang berlaku saat ini, Arroyo diharuskan mundur saat masa jabatannya berakhir pada Juni 2010 mendatang.
(ita/iy)










































