"Awalnya pilotnya udah bilang kalau mau landing, tapi ternyata nggak jadi," kata Aini, seorang penumpang pesawat Garuda berjenis Airbus 330 itu saat berbincang dengan detikcom, Rabu (10/6/2009).
Bahkan, kata Aini, pilot sempat mengatakan pesawat akan landing di Bandara Juanda Surabaya. "Pilotnya bilang, kita kan mendarat di Surabaya karena di Halim juga tidak dapat mendarat. Akhirnya pesawat naik lagi," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untung pesawat bisa mendarat, pas mendarat, panumpang pada tepuk tangan," kata Aini lega.
Pesawat tersebut terbang dari Bandara Ngurah Rai pukul 15.45 Wita dan tiba di Jakarta pukul 16.35 WIB. Namun pesawat baru bisa landing pukul 16.58 WIB.
Peristiwa itu dibenarkan oleh Humas Garuda Indonesia Pudjobroto. Menurutnya, langkah itu dilakukan karena pilot tidak mungkin memaksakan pesawat mendarat dalam kondisi cuaca yang tidak baik.
"Mungkin landasannya tidak terlihat, jadi untuk keselamatan penumpang pesawat go around untuk menunggu situasi baik dan memungkinkan untuk mendarat," kata Pudjobroto kepada detikcom.
Pudjobroto juga memastikan, peristiwa ini sama sekali tidak disebabkan karena ada kerusakan pesawat. "Jadi sama sekali tidak ada kerusakan, ini murni faktor cuaca," katanya.
(ken/ndr)











































