"Mano prihatin sama Ibu Hajar dan TKI-TKI yang lain," kata Mano saat berdemo tentang blok Ambalat di depan Kedutaan Besar Malaysia di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (10/6/2009).
Mantan model cantik itu meminta Siti Hajar tidak menyerah dengan kondisinya. Mano juga meminta TKI-TKI yang mengalami penyiksaan di negeri manapun tidak takut untuk berjuang.
"Mano saja bisa (berjuang untuk lolos dari penganiayaan), saya yakin mereka juga bisa," kata perempuan yang mengaku dianiaya suaminya, Pangeran Kesultanan Kelantan, Malaysia, Tengku Muhammad Fakhry itu.
Meski situasinya berbeda dengan Siti Hajar, namun Mano akan tetap mendukung TKI yang ingin segera pulang ke Indonesia itu. "Apalagi dia TKI yang menghasilkan devisa untuk Indonesia," kata Mano.
Sebelumnya diberitakan, Siti Hajar dianiaya oleh majikannya, seorang janda berusia 43 tahun. Wanita itu pernah menyiram air panas ke tubuh Siti Hajar. Tidak hanya itu, perempuan yang memiliki dua anak itu berulang kali memukuli Siti Hajar dengan rotan dan tidak memberi makan yang layak untuk Siti Hajar.
(ken/iy)











































