Namun AS tidak punya rencana untuk menginvasi Korut ataupun menggulingkan rezim negeri komunis itu dengan kekuatan militer.
Demikian disampaikan utusan khusus AS Stephen Bosworth seperti dilansir kantor berita Reuters , Rabu (10/6/2009). Hal itu disampaikannya dalam acara makan malam tahunan Korea Society di New York, AS.
Dikatakan Bosworth, uji coba nuklir dan peluncuran rudal yang dilakukan Korut belum lama ini merupakan langkah provokasi. Menurutnya, tindakan-tindakan Korut itu "mengharuskan kita memperluas pertimbangan kita akan respons-respons baru termasuk sikap militer kita."
Namun ditegaskan Bosworth, sejauh ini AS tidak berencana menyerang Korut. "Kita tidak punya rencana untuk menginvasi Korut atau mengganti rezimnya melalui kekerasan," ujar Bosworth.
Menurut Bosworth, Washington terbuka untuk adanya dialog bilateral dengan Korut guna mencapai normalisasi hubungan dengan negeri itu.
Bosworth juga meminta pemerintah Korut untuk membebaskan dua jurnalis AS yang dihukum 12 tahun penjara di negeri komunis itu. Kedua wanita itu ditangkap pada Maret lalu dan didakwa masuk ke Korut secara ilegal.
(ita/nrl)











































