Saat akan lepas landas di Bandara La Guardia, New York, 15 Januari 2009 siang, Sullenberger mengatakan kepada penumpang ini adalah hari yang baik untuk terbang. Dan sesaat setelah lepas landas dia berkata pada co-pilot-nya Jeffrey B Skiles.
"Betapa bagus Hudson hari ini," ujar Sullenberg seperti dikutip dari New York Times, Rabu (10/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1 Menit 37 detik setelah lepas landas, pesawat jenis Airbus 320 itu menabrak angsa kanada di ketinggian 2.700 kaki. Sullenberger pun mengatakan kepada ATC, "Kami kehilangan daya dorong di kedua mesin".
Sullenberger pun segera berinisiatif menyalakan program restart mesin dan mengkalkulasi untuk mendarat di bandara terdekat. Beberapa menit kemudian dia mengambil keputusan dengan tenang.
"Kita akan mendarat di Hudson," ujarnya dalam transkripnya.
Setelah mendarat Sullenberger pun mengatakan kepada co-pilotnya Skiles. "Ini tidak seburuk yang aku pikir sebelumnya," kata Sullenberg yang menyelamatkan 155 nyawa kru dan penumpang ini.
Dalam hearing, Sullenberger mengatakan bahwa pilihan yang tersisa di kawasan metropolitan seperti New York yang cukup panjang, cukup lebar dan cukup lembut untuk mendarat adalah Sungai Hudson.
Hearing yang akan dilakukan NTSB selama 3 hari itu juga menunjukkan transkrip pembicaraan cockpit voice recorder (CVR). Sullenberger juga berteriak kecil saat unggas menabrak pintu kokpitnya yang tahan peluru hingga menjadi bangkai yang lengket.
Wakil Ketua NTSB Robert L Sumwalt pun bertanya hal krusial pada Sullenberger.
"Apa yang membuat perbedaan kritis dalam situasi ini? Bagaimana ini bisa berjalan dengan baik?" tanya Sumwalt.
"Saya rasa itu bukan hanya karena 1 hal, tapi banyak hal. Kita adalah kru yang berpengalaman dan terlatih. Kopilot Jeffey Skiles dan saya bekerja bersama dengan baik sebagai tim dan memecahkan setiap masalah yang datang pada 'aku' menjadi 'kita'," ujar Sullenberger merendah.
(nwk/nwk)











































