Pengamat dari Australia: Indonesia Mayoritas Muslim, Tapi Pilihannya Sekuler

Pengamat dari Australia: Indonesia Mayoritas Muslim, Tapi Pilihannya Sekuler

- detikNews
Selasa, 09 Jun 2009 18:57 WIB
Pengamat dari Australia: Indonesia Mayoritas Muslim, Tapi Pilihannya Sekuler
Praha - Mayoritas penduduknya beragama Islam, tetapi 60% justru memilih partai-partai sekuler. Itulah Indonesia. Hanya sekitar 30% yang memilih partai berhaluan Islam.

Hal itu disampaikan Dr. Daniel Novotny dari Monash University Australia dalam seminar bertitel Indonesia in the 2009 Election Years: Domestic Challenges, International Roles di Praha, Senin (8/6/2009).

"Itu terjadi karena sebagian besar orang islam indonesia adalah moderat dan toleran. Mereka juga ingin membedakan antara politik dan urusan agama," demikian Novotny seperti dituturkan Pelaksana Fungsi Pensosbudpar Azis Nurwahyudi kepada detikcom melalui surat elektronik hari ini, Selasa (9/6/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kesempatan sama, Prof. Mrazek (University of Michigan, AS) menegaskan bahwa Indonesia saat ini sudah menjadi negara demokratis. Di hadapan audiens, Mrazek menguraikan proses pemilu dan budaya pemilu di Indonesia, sejak awal diselenggarakan pemilu sampai perkembangan Pemilu 2009.

Sementara itu Dr. Tomas Petru, Indonesianis dari Metropolitan University of Prague (MUP), memaparkan bagaimana peran dari apa yang disebutnya ‘preman’ pada pemilu di Indonesia. "Mereka dimanfaatkan untuk memobilisasi masa dan mendapatkan suara bagi calon wakil rakyat tertentu," ujar Petru.

Meskipun menyorot 'sisi lain' demokrasi Indonesia, namun Petru mengakui keberhasilan pembangunan demokrasi di Indonesia.

Sedangkan Azis Nurwahyudi, mewakili KBRI Praha, mengutarakan peran Indonesia di ASEAN dalam menghadapi ASEAN Community 2015 dan perkembangan ASEAN sebagai suatu organisasi regional, yang terus berkembang.

Sebelumnya pada pembukaan, Rektor MUP Prof. Michal Klima menjelaskan bahwa Indonesia sangat menarik untuk dibahas dari berbagai sisi, seperti politik, keamanan, ekonomi dan sosial budaya.

Prof. Klima juga menjelaskan bahwa sejak membuka jurusan Asian Studies and International Relations, MUP telah memberikan perhatian kepada perkembangan Indonesia dan berharap dapat membuat kerjasama dengan salah satu universitas di Indonesia.

Seminar hasil kerjasama MUP dengan KBRI Praha tersebut dihadiri oleh kalangan akademisi, mahasiswa, pejabat Ceko dan pemerhati Indonesia di Praha.
(es/es)


Berita Terkait