Hal itu disampaikan Dr. Daniel Novotny dari Monash University Australia dalam seminar bertitel Indonesia in the 2009 Election Years: Domestic Challenges, International Roles di Praha, Senin (8/6/2009).
"Itu terjadi karena sebagian besar orang islam indonesia adalah moderat dan toleran. Mereka juga ingin membedakan antara politik dan urusan agama," demikian Novotny seperti dituturkan Pelaksana Fungsi Pensosbudpar Azis Nurwahyudi kepada detikcom melalui surat elektronik hari ini, Selasa (9/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Dr. Tomas Petru, Indonesianis dari Metropolitan University of Prague (MUP), memaparkan bagaimana peran dari apa yang disebutnya ‘preman’ pada pemilu di Indonesia. "Mereka dimanfaatkan untuk memobilisasi masa dan mendapatkan suara bagi calon wakil rakyat tertentu," ujar Petru.
Meskipun menyorot 'sisi lain' demokrasi Indonesia, namun Petru mengakui keberhasilan pembangunan demokrasi di Indonesia.
Sedangkan Azis Nurwahyudi, mewakili KBRI Praha, mengutarakan peran Indonesia di ASEAN dalam menghadapi ASEAN Community 2015 dan perkembangan ASEAN sebagai suatu organisasi regional, yang terus berkembang.
Sebelumnya pada pembukaan, Rektor MUP Prof. Michal Klima menjelaskan bahwa Indonesia sangat menarik untuk dibahas dari berbagai sisi, seperti politik, keamanan, ekonomi dan sosial budaya.
Prof. Klima juga menjelaskan bahwa sejak membuka jurusan Asian Studies and International Relations, MUP telah memberikan perhatian kepada perkembangan Indonesia dan berharap dapat membuat kerjasama dengan salah satu universitas di Indonesia.
Seminar hasil kerjasama MUP dengan KBRI Praha tersebut dihadiri oleh kalangan akademisi, mahasiswa, pejabat Ceko dan pemerhati Indonesia di Praha.
(es/es)











































