Salah seorang warga yang rumahnya juga ikut terbakar, Robert Bukit mengatakan, api mulai terlihat sekitar pukul 23.00 WIB. Api cepat menjalar ke rumah warga lainnya karena dinding rumah terbuat dari papan.
"Api cepat membesar, orang-orang sibuk menyelamatkan barang masing-masing," kata Robert.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam peristiwa ini, seorang ibu rumah tangga, Neli Siregar (37), dan anak lelakinya Fazrin (5) tewas terbakar. Kedua korban ditemukan berada di kamar mandi rumah kontrakannya yang baru ditempati dalam sebulan terakhir. Kuat dugaan, keduanya berusaha menyelamatkan diri dari api dengan berlindung di kamar mandi. Aparat kepolisian dan pemadam kebakaran berhasil mengevakuasi kedua jenazah sekitar dua jam setelah kejadian.
Suami korban, M Rusli sempat histeris saat mobil ambulans bergerak membawa istri dan anaknya ke rumah sakit untuk untuk diotopsi, Selasa (9/6/2009) dinihari sekitar pukul 00.45 WIB.
Kapoltabes Medan AKP Imam Margono di lokasi kejadian mengatakan, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran.
"Belum tahu pasti penyebab kebakaran. Bisa jadi akibat arus pendek listrik, bisa juga karena yang lain. Sekarang masih diselidiki petugas," kata Margono.
Untuk memadamkan api, Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran mengerahkan sedikitnya sembilan unit mobil pemadam. Api dapat dipadamkan sekitar satu jam setelah kejadian. Peristiwa kebakaran ini sempat menarik perhatian warga sekitar. Akibatnya, Jl Setia Budi, Medan, mengalami macet total karena ratusan warga memadati badan jalan untuk melihat kejadian.
(rul/mad)











































