Demikian seperti dilansir News.com.au , Senin (8/6/2009).
Api pertama kali berasal dari gudang mobil dan ban yang terletak di sebelah tempat penitipan anak tersebut.
Fasilitas tersebut hanya memiliki satu pintu keluar sehingga menyulitkan upaya penyelamatan. Bahkan ada seorang pria yang nekat menabrakkan mobil pickup-nya ke fasilitas tersebut sebanyak tiga kali demi menjebol dinding bangunan tersebut.
Korban tewas kebanyakan anak-anak di bawah usia 2 tahun. Saat kejadian itu, sekitar 142 anak berada di tempat tersebut. Usia mereka mulai dari beberapa bulan hingga 3 tahun.
Insiden maut ini menimbulkan kemarahan keluarga korban. Mereka menyesalkan buruknya standar keamanan tempat tersebut.
Padahal kurang dari dua pekan sebelum kebakaran ganas ini, fasilitas tersebut dinyatakan lulus pemeriksaan keselamatan. Demikian disampaikan direktur Institut Keamanan Sosial Meksiko, Daniel Karam, yang membawahi layanan tempat penitipan anak.
Nyatanya, saat kebakaran terjadi, alarm kebakaran pun tidak berbunyi. Warga juga menyesalkan mengapa tempat penitipan anak itu diizinkan dibangun di dekat gudang mobil dan ban.
Presiden Meksiko Felipe Calderon telah berjanji akan mengadakan investigasi menyeluruh terhadap penyebab tragedi yang mengguncang negeri itu.
(ita/iy)











































