menggolkan keinginan untuk mendapatkan proyek. Jhonny pernah meminta bantuan dana kepada Abdul Hadi Djamal untuk kampanye.
"Mal, aku ini lagi susah, tolong dibantu," kata Abdul Hadi menirukan uacapan Jhony saat itu.
Hal itu disampaikan Abdul Hadi saat menjadi saksi untukterdakwa Kabag TU Distrik Navigasi Tanjung Priok Darmawati Dareho di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2009).
Saat itu, kata Abdul Hadi, Komisari PT Kurnia Jaya Wira Bhakti Hontjo Kurniawan berjanji akan membantu Jhonny sebesar Rp 3 miliar untuk dana pemilunya.
Setelah itu, Abdul Hadi mendapat uang sebesar Rp 1 miliar dari Darmawati di parkiran DPR pada 26 Februari. Sedianya uang itu akan langsung diberikan kepada Jhonny.
"Tapi karena datangnya telat, dia (Jhonny) sudah pulang," ujar Abdul
Hadi.
Abdul Hadi lantas menyuruh stafnya, Hannan, untuk mengatar uang tersebut kepada Jhonny.
"Anter uang ini ke Posko. Posko itu tempat Pak Jhonny di Hotel Aston,"
kata Abdul Hadi.
Abdul Hadi mengaku mendapat konfirmasi dari Jhonny bahwa dia telah
menerima uang itu. "Mal, ini kurang," kata Abdul Djamal yang menirukan ucapan Jhonny saat itu.
Abdul Hadi dan Darmawati lalu pergi ke rumah makan Sate Senayan. Di tempat ini, kembali Abdul Hadi menerima uang sebesar US$ 70 ribu
Namun, Hannan yang kembali diminta untuk menyerahkan uang itu kepada
Jhonny, tidak melaksanakan perintah Abdul Hadi. Hannan mengaku ketakutan saat akan menyerahkannya.
"Dia takut, makanya duitnya disimpan di mobil dan baru diserahkan Jumat
(27 Februari) sebesar US$ 40 ribu," pungkasnya.
(mok/aan)











































