Dirjen IDP Deplu Jelaskan Hasil Bali Democracy Forum

Dirjen IDP Deplu Jelaskan Hasil Bali Democracy Forum

- detikNews
Senin, 08 Jun 2009 12:07 WIB
Dirjen IDP Deplu Jelaskan Hasil Bali Democracy Forum
Brussel - Bali Democracy Forum dan pembentukan Institute for Peace and Democracy telah memberikan leverage baru bagi Indonesia.

Demikian pembicaraan yang mengemuka dalam pertemuan Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Deplu Andri Hadi dengan Direktur Jenderal Pers dan Komunikasi Kemlu Belgia Nancy Rossignol di Kemlu Belgia, Brussel (5/6/2009).

Dijelaskan bahwa Bali Democracy Forum merupakan inisiatif Indonesia sebagai kontribusi dalam mengembangkan dan mempromosikan demokrasi. Untuk mendukung forum telah dibentuk Institute for Peace and Democracy yang telah diresmikan oleh Presiden Yudhoyono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disinggung pula mengenai lembaga Interfaith Dialogue, sebagai bagian dari second track diplomacy RI dalam membangun pemahaman dan jembatan kerjasama dengan para penyelenggara negara maupun non negara di tingkat internasional, regional maupun dengan konstituen domestik, demikian seperti disampaikan Minister Counsellor Pensosbud/Diplik P.L.E Priatna melalui surat elektronik.

Dirjen Nancy Rossignol dalam kesempatan itu memaparkan mengenai perwakilan Belgia di mancanegara sebagai alat diplomasi Belgia untuk menyebarluaskan informasi, pembentukan opini positif maupun pencitraan Belgia di luar negeri.

"Selain tentu saja sebagai upaya untuk menjelaskan posisi pemerintah Belgia dalam berbagai isu, bilateral, global maupun regional," ujar Rossignol.

Ditambahkan, Kemlu Belgia juga memanfaatkan internet untuk menyebarluaskan beragam informasi menyangkut pandangan dan respon Belgia atas berbagai isu global dan multilateral.

Dalam pertemuan 75 menit itu Dirjen IDP Deplu didampingi Dubes RI Brussel Nadjib Riphat Kesoema dan Minister Counsellor Pensosbud/Diplik P.L.E Priatna, sementara di pihak Belgia ikut mendampingi yakni Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Belgia Ariadne Petridis.

Promosi dan Pendekatan

Sementara itu Dubes RI Nadjib Riphat Kesoema mengatakan bahwa peran serupa telah secara aktif dilakukan KBRI Brussel sejak November 2006 melalui berbagai kegiatan promosi Indonesia dan pendekatan dengan penyelenggara negara, pemerintah Belgia, Luksemburg maupun Uni Eropa.

"Di samping itu juga kerjasama dengan penyelenggara non negara, seperti kalangan media, tokoh agama, LSM, lembaga sosial-budaya, dan lembaga pendidikan," tutur Nadjib.

Menurut Nadjib, upaya-upaya dalam konteks aktivitas diplomasi publik itu telah memberikan hasil positif bagi peningkatan citra maupun kerjasama dengan mitra kerja setempat.

Contohnya, ujar Nadjib, pemasangan pakaian tradisional Indonesia pada ikon kota Brussel Mannekin Pis dan disimpannya pakaian tersebut di City Museum of Brussel sejak 2008.

"Terbaru adalah peresmian Taman Indonesia di Parc Paradisio Mei 2009 lalu merupakan bentuk promosi Indonesia yang mendapat sambutan luas warga Belgia," demikian Nadjib.

(es/es)


Berita Terkait