"Sikap KBRI Malaysia sangat disayangkan. Harusnya tugas KBRI melindungi dan melayani. Bukan mengancam. Apalagi menjelek-jelekan warga negaranya," kata guru besar hukum internasional Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Hikmahanto Juwana kepada detikcom, Sabtu (6/6/2009).
Menurut Hikmahanto, sikap KBRI Malaysia tersebut sangat bertolak belakang dengan tugas seorang diplomat. Hikmahanto menduga, sikap diplomat yang tidak semestinya itu disebabkan banyak diplomat RI yang masih memegang paradigma lama. Mereka masih menganggap sebagai penguasa. Bukan pelayan atau pelindung masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Da'i Bachtiar mengancam akan mensomasi Manohara terkait pernyataannya yang menyebut KBRI Malaysia menerima suap karena tidak serius memproses kasus penganiayaan yang dilakukan suami Manohara, Pangeran Kesultanan Kelantan Malaysia Tengku M Fakhry. KBRI juga membeberkan ibunda Manohara, Daisy Fajarina merupakan buron Interpol Perancis.
(ddg/iy)











































