"Polres Jakarta Pusat telah melakukan upaya mediasi kedua belah pihak sudah dilakukan dengan memanggil rektor dari kedua belah pihak," kata Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Arief Wahyugunadi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2009).
Namun apa hasil kesepakatan kedua belah pihak, Arief mengaku belum mengetahuinya. "Saya belum tahu. Mungkin bisa tanya langsung ke Pusat (Polres Jakarta Pusat)," urainya.
Hal itu dilakukan untuk mendamaikan kedua belah pihak yang telah lama berseteru. Tindakan anarkis yang dilakukan mahasiswa ini disayangkan berbagai pihak, termasuk polisi.
"Kami sangat menyayangkan tindakan mereka karena ini juga bukan untuk yang pertama kalinya," jelas Arief.
Sementara itu, ditemui dalam waktu yang bersamaan, Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Ike Edwin mengatakan pihaknya sudah melakukan pelbagai upaya pengemanan di lokasi. Termasuk penyisiran kedua kampus terkait kemungkinana adanya benda-benda tajam, bahan peledak dan benda lainnya yang akan digunakan untuk aksi lanjutan.
"Sudah, sudah," kata Ike singkat.
Mahasiswa UKI dan UPI-YAI terlibat bentrokan kemarin malam. Dari peritiwa tersebut, 44 orang mengalami luka-luka. Tidak hanya itu, beberapa ruang kelas dan perpustakaan kampus YAI terbakar akibat lemparan bom molotov.
(mei/ndr)











































