"Bangsa ini harus punya martabat tapi bedakan antara martabat dan martabak karena kalau salah sebut bisa lain maknanya," kata JK saat membuka Rakernas yang berlangsung di Swiss Bell Hotel di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/6/2009).
Kontan kalimat ini disambut tawa oleh 500-an peserta Rakernas yang kebanyakan pemuda itu. Suasana pertemuan pun jadi riuh rendah.
JK mengatakan, kata martabat berarti disegani dan dihormati oleh bangsa lain. Sedangkan martabak artinya bisa dipermainkan tanpa bisa melawan.
"Lihat saja martabak bisa dibanting kanan kiri tapi tidak bisa melawan apa-apa," kata JK. Peserta Rakernas pun semakin heboh. Apalagi sebagian besar dari mereka bertepuk tangan.
JK pun kembali menyerukan agar Indonesia jangan pernah tergantung kepada asing. Para pemuda diharapkan dapat mengandalkan sumber daya alam dan kemampuan sendiri.
"Saya optimis pertumbuhan ekonomi kita bisa melebihi India dan Cina," kata JK. (ken/nrl)











































