"Apabila kami menemukan badan pesawat, kami akan menghentikan semua (pencarian) dan akan membawanya ke sini," ujar Air Force Brigadier Ramon Borges Cardoso, seperti dilansir Reuters, Jumat (05/06/09).
Pesawat diindikasikan mengalami kecelakaan karena terbang melewati zona badai dengan kecepatan yang salah. Pilot mengurangi kecepatan saat memasuki zona badai untuk menghindari kerusakan pada badan pesawat, namun justru menyebabkan mesin pesawat mati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di antara serpihan yang ditemukan pada hari kamis, beberapa berwarna kuning, coklat, dan putih yang muncul dari dalam badan pesawat. Para pencari telah menemukan beberapa reruntuhan yang menyebar lebih dari 90 km, yang mengindikasikan pesawat pecah di udara," imbuh Cardoso.
Belum ada kabar mengenai 228 penumpang dari 32 negara, sebagian besar Brasil dan Prancis, yang naik di pesawat tersebut. Sementara itu, ratusan kerabat dan teman dari para penumpang pesaawat datang dan histeris ke gereja Candelaria di Rio pada Kamis pagi. Dinyatakan tidak ada harapan hidup bagi penumpang tersebut.
(amd/mok)











































