Pantauan detikcom, 10 mobil damkar tersebut terus berusaha menyemprotkan air. Api diduga berasal dari bom molotov yang dilemparkan oleh mahasiswa YAI, Kamis (4/6/2009).
Sementara itu, puluhan mahasiswa di kedua kampus tersebut, berangsur-angsur mulai meninggalkan lokasi. Namun ada juga sebagian yang masih berjaga-jaga.
Sekitar 60 personel polisi yang berdiri di antara kedua kampus tersebut juga sudah mulai menepi. Polisi masih terlihat berada di lokasi untuk mencegah timbulnya tawuran kembali.
Kawasan Diponegoro kini telah dibuka kembali. Namun hanya sepeda motor saja yang baru dapat melintas karena sebagian jalan masih terpakai oleh mobil damkar.
(mok/ndr)











































