"Saya nggak tahu, tiba-tiba anaknya datang ke rumah. Mereka minta tolong katanya ibunya sudah meninggal. Terus saya langsung lapor polisi," ujar Suparmi di tempat kejadian perkara (TKP), Jl Madrasah, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (4/6/2009).
Anak yang melaporkan bahwa Risa sudah tewas itu adalah Annisa (4). Suparmi menambahkan pasangan suami-istri dengan 5 orang anak itu baru 3 pekan mengontrak di rumah miliknya. Mereka pun jarang bergaul dengan tetangga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Risa suka ditampar. Saya nggak ngira kalau jadinya tragis kaya gini. Dia (Risa) sering sekali nginap di rumah. Katanya takut kalau ketemu suami. Pada malam sebelumnya Risa sama sekali tidak pernah cerita apa-apa soal kelakuan suaminya," kata Yusuf.
Menurut Yusuf, Edi yang sehari-hari bekerja serabutan sebagai calo tiket di Terminal Pulogadung ini memang terkenal suka mabuk-mabukan. Sementara Risa sehari-harinya bekerja menjadi pelayan kafe La Ponta, dekat Polsek Pasar Rebo.
"Risa tuh kalau pulang sampai jam 3 pagi," ujarnya.
Sementara anak Risa-Edi, Annisa mengatakan ayahnya sempat memberi uang jajan buat dia dan adiknya, Nita sebelum kejadian ini. "Bapak memang suka gebukin mama," celoteh gadis kecil itu.
Akhir kisah pasangan suami istri, Edi Rohadi dan Risa Sumolang, sungguh tragis. Edi membunuh istrinya gara-gara cekcok. Setelah membunuh sang istri, Edi pun gantung diri. Pasangan ini dikaruniai lima anak, Hendi (16), Wiwin (15), Linda (10), Annisa (4), dan Nita (3).
(nwk/asy)











































