"Tadi dia berdiri di koridor jalur 4. Tiba-tiba saja dia kejang-kejang dan jatuh," kata Heri (31) penjual asongan di lokasi, Kamis, (4/6/2009).
Dari KTP yang ditemukan di dompet saku celana, diketahui nama kakek itu Paulus, kelahiran 1936. Laki-laki ini tinggal di Cipinang Cimpedak, Jatinegara, Jakarta Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat meninggal, kakek malang tersebut mengenakan kaos warna abu-abu dan celana bahan warna gelap serta sepatu warna putih. Dia hendak pergi seorang dii, tidak ditemani keluarga atau teman saat berada di terminal tersebut.
"Tadi, dia sendirian. Tiba-tiba saja jatuh ambruk. Sakit kepala kali. Soalnya, tadi juga ditemukan obat sakit kepala," kata Dudi, pedagang lainnya.
Kematian sang kakek membuat penumpang di terminal ramai mengerubungi pria naas berambut putih itu. Jenazah kakek sudah dibawa ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan, guna diotopsi.
(asp/aan)











































