Jumlah korban hingga kini mencapai 57 orang, dimana sebanyak 25 orang meninggal dunia. Korban terakhir yang dilarikan ke RSUP Sanglah, Denpasar adalah Naser (36) warga Denpasar. Ia dilarikan ke rumah sakit setelah menderita pusing, mual, muntah dan pandangan mata kabur, Rabu 3/6/2009).
Para korban yang berjatuhan diduga menegak arak yang mengadung methanol. Methanol ini sangat berbahaya jika dikonsumsi, karena menyebabkan menderita mual, muntah, pusing, pandangan kabur, koma, hingga tewas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang korban, Ketut Dharma Putra (20) adalah korban arak methanol yang masuk rumah sakit pada (28/5/2009). Ia menderita mual dan muntah setelah menegak arak yang dibeli secara eceran tersebut."Kini saya sudah merasa lebih baik," ujarnya.
Putra mengaku menegak arak sebagai rasa solidaritas terhadap teman-temannya. Pesta mirasย digelar di rumah salah seorang temannya. "Baru kali ini saya sekarat, sebelumnya tidak pernah sakit setelah minum arak," ujar Putra yang kini mengaku jera menegak miras.
Kondisi lebih memprihatinkan dialami Gerald (22), warga Denpasar asal Papua. Ia harus terbaring di rumah sakit dengan kondisi tubuh yang masih lemas. Meskipun kondisinya telah membaik sejak dilarikan ke rumah sakit, namun Gerald mengalami gangguan pada matanya. Ia tak mampu melihat dengan fokus lawan bicaranya.
"Dia masih melihat saya, tetapi pandangannya tidak jelas. Tapi kondisinya lebih baik dibandingkan saat ke rumah sakit tak bisa melihat apa-apa," kata Gus De, bapak angkatnya di Bali.
(gds/djo)











































