Didera Berbagai Skandal, Menteri Pertahanan Australia Mundur

Didera Berbagai Skandal, Menteri Pertahanan Australia Mundur

- detikNews
Kamis, 04 Jun 2009 14:40 WIB
Didera Berbagai Skandal, Menteri Pertahanan Australia Mundur
Canberra - Setelah didera serangkaian skandal, Menteri Pertahanan Australia Joel Fitzgibbon mengundurkan diri. Hal itu disampaikan Perdana Menteri (PM) Australia Kevin Rudd.

Dikatakan Rudd dalam konferensi pers, Fitzgibbon telah membayar kesalahan yang terkait akuntabilitas.

"Saya telah menyampaikan dengan jelas kepada para menteri saya bahwa pemerintah mengharapkan standar tinggi akuntabilitas di pihak para menterinya," kata Rudd.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua menteri saya familiar dengan itu dan atas dasar itulah menteri tersebut telah menyampaikan pengunduran dirinya," imbuh pemimpin negeri Kangguru itu seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (4/6/2009).

Rudd yang mulai memimpin pada akhir 2007, telah menjadi pendukung kuat Fitzgibbon. Dukungan Rudd tidak luntur meski terungkap kaitan antara Fitzgibbon dengan seorang wanita pengusaha China-Australia yang dituduh menjadi mata-mata untuk China.

"Keputusan menteri untuk menyampaikan surat pengunduran dirinya merupakan inisiatifnya sendiri," tutur Rudd. "Saya terima pengunduran diri tersebut. Itu hal yang tepat untuk dilakukan," pungkasnya.

Dikatakan Rudd, Fitzgibbon mengundurkan diri setelah muncul fakta dirinya telah menelepon seorang jenderal Angkatan Darat yang bertanggung jawab atas layanan kesehatan pertahanan, untuk bertemu dengan saudara laki-laki Fitzgibbon yang mengelola perusahaan asuransi.

Fitzgibbon (47) juga telah dikecam karena tidak membeberkan akomodasi selama semalam di sebuah hotel, yang dibayari oleh perusahaan saudara laki-lakinya, NIB.

"Menteri telah menerima tanggung jawab atas kesalahannya. Kesalahan-kesalahan itu terkait dengan akuntabilitas," pungkas Rudd.

Fitzgibbon mulai terpojok sejak Maret lalu ketika dirinya mengaku tidak menyebutkan dua kunjungan ke China yang dibayari oleh pengusaha wanita kaya, Helen Liu.

(ita/iy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini