"Saat ini yang paling besar untuk ia adalah terlalu banyak publikasi. Ini juga kurang baik untuk sisi mentalnya. Karena seharusnya kan itu lebih diperhatikan," ujar Koordinator Divisi Pelayanan Hukum LBH APIK Sri Nurherawati.
Sri menyampaikan hal itu dalam jumpa pers tentang 'Perlindungan WNI di Negara Asing' yang diadakan LBH APIK dan Aliansi Pelangi Antarbangsa di RM Munik, Jl Matraman Raya, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri lalu mencontohkan saat Mano dikonfrontasi dengan teman suaminya (Mohd Soberi Shafii) di salah satu stasiun TV swasta.
"Saya lihatnya kasihan. Karena dia harus menjawab hal-hal yang sebenarnya menyinggung traumanya," imbuhnya.
Sebenarnya, usai lepas dari sang suami, Mano harus menjalani konseling psikologis lebih dulu. "Jangan dilupakan bahwa sebenarnya dia itu masih anak-anak 17 tahun," tegas Sri.
(nwk/nrl)











































