Namun Menteri Pertahanan Brasil Nelson Jobim membantah spekulasi itu. Sebab ditemukan pula sisa-sisa bahan bakar di perairan Atlantik. Hal itu menunjukkan ledakan tidak terjadi.
"Adanya sisa-sisa minyak bisa menghapuskan kemungkinan kebakaran atau ledakan," kata Jobim dalam konferensi pers di Brasilia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya para pakar aviasi mengatakan, turbulensi hebat atau turunnya tekanan udara kabin saat badai kemungkinan telah menyebabkan pesawat Airbus A330 milik maskapai Air France itu jatuh ke Laut Atlantik.
Pesawat tersebut bertolak dari Rio de Janeiro, Brasil menuju Paris pada Minggu, 30 Mei malam waktu setempat dan menghilang dari radar setelah beberapa jam mengudara. Pesawat mengangkut 228 orang yang berasal dari 32 negara, sebagian besar Brasil dan Prancis.
Operasi pencarian sejauh ini belum menemukan satu korban pun. Otoritas telah mengatakan bahwa harapan sangat tipis untuk menemukan korban selamat.
(ita/iy)











































