"Tiap razia selalu dimusnahkan. Begitu juga di pabrik dan di gudang sudah ditarik tapi tetap saja ada," kata Kepala Badan Pengawa Obat dan Makanan (BPOM), Husniah Rubiana di kantornya, Jl Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2009).
Salah satu manipulasi produsen yakni mengimpor bahan baku obat kuat. Jalurnya melalui pos biasa. Alamat yang dituju sebuah bengkel motor di kawasan Sunter, Jakarta Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, BPOM dan kepolisian menelusuri jalur obat kuat ilegal tersebut. Barang kiriman dibiarkan menuju bengkel motor. Kemudian, pemilik barang sesungguhnya mengambil obat kuat itu.
"Lalu kita gerebek. Ternyata itu kiriman ketiga. Masih banyak modus yang lain," kata Husniah.
Husniah meminta, konsumen tidak membabi-buta dalam mengkonsumsi jamu berbahaya. Selain sulit dibedakan dengan yang legal dan aman, mengkonsumsi jamu tersebut dapat merugikan konsumen sendiri.
"Secara statistik kami tidak punya datanya karena pasien tidak mau mengaku. Banyak kasus, pasien ke rumah sakit sudah muntah darah, bengkak-bengkak dan sulit ditangani," papar Husniah.
(Ari/aan)










































