"Tidak menolak, patut diindikasikan sebagai lembaga terkorup," ujar Gayus saat mengomentari hasil survei di kafe Mario's Place, Cikini, Jakarta, Rabu (3/6/2009).
Namun Gayus meminta supaya hasil survei ini juga diikuti dengan solusi untuk memecah masalah tersebut. Sudah terlalu sering, jelas Gayus, hasil survei yang mengatakan hal seperti itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, hal ini lebih dikarenakan sistem yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Gayus tidak percaya jika masyarakat Indonesia dikatakan memiliki budaya korupsi.
"Rakyat harus dikasih aturan supaya tidak terjadi korupsi," pungkas anggota komisi III ini.
Transparency International Indonesia (TII) menempatkan DPR sebagai lembaga
terkorup. Setelah itu dikuti oleh peradilan, parpol, pelayanan publik, sektor swasta dan media.
Survei dilakukan kepada 500 responden. 300 responden di Jakarta, sedang sisanya di Surabaya. Kriteria responden adalah warga yang berusia 16 tahun ke atas.
Pengumpulan data dilakukan antara 11-20 November 2008. Selain di Indonesia, survei ini juga dilakukan di 69 negara.
(mok/ndr)











































