Berita soal Madiroh berjudul 'Tangis Si Papa di Tempat Pembuangan Sampah Gandaria'.Β Madirah merupakan keluarga pemulung yang meninggal akibat sakit-sakitan di rumah lapaknya di TPS Gandaria, Kebayoran Lama.
Dia meninggalkan 2 anak laki-laki, Yanto,(10), dan Ian (8) yang masih sekolah di sebuah SD di Jalan Haji Jian, Cipete Jaksel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun Madirah telah dikuburkan di tanah kelahirannya di Cirebon pagi ini. Meski demikian, kedua anaknya tak bisa menghadiri pemakaman karena harus mempersiapkan ujian kenaikan kelas. Kini kedua anak yatim piatu tersebut dirawat oleh kakak Madirah.
"Saya tidak menyangka," ujar Yanto menahan tangis.
Madirah sendiri merupakan pemulung yang telah yatim piatu sejak kecil. Dia harus bergelut dari TPS satu ke TPS lainnya hingga menginjak usia 36 tahun. Akhirnya, dia menghembuskan napas terakhir kemarin usai sakit-sakitan yang cukup panjang di TPS Gandaria.
"Sehari bisa sampai minum 6 puyer, mau ke RS nggak punya uang," ujar tetangga lainnya, Warti.
(asp/ken)











































