"Ini memang kejadian yang luar biasa. Bayangkan saja korbannya sudah lebih dari 20 orang (23 orang). Masih ada yang di rumah sakit," kata Pastika di Kantornya, jalan Basuki rahmat, Denpasar, Selasa (2/6/2009).
Pastika meminta agar kasus ini ditangani dengan secepatnya dan serius. Ia juga meminta agar masyarakat tidak menenggak miras untuk menghindari jatuhnya korban.
"Tolonglah kita jauhkan dari sikap hidup mabuk-mabukan. Karena itu tidak benar.Β Itu tidak sesuai dengan perilaku kita. Bahkan mereka yang suka minum-minuman keras itu Butha Kala," katanya.
Ia menilai bahwa tindakan polisi menangani kasus arak oplosan yang menggemparkan Bali dengan menyegel serta menangkap tersangka adalah langkah yang tepat. "Tindakan polisi cepat, menindak pabriknya, saya kira itu sudah tepat," puji mantan kapolda Bali ini.
Pastika kembali menegaskan bahwa yang menyebabkan kematian para korban bukan karena menegak arak melainkan kandungan methanol dalam arak yang melebihi ambang batas. "Saya kira tidak. Itu bukan arak tapi methanol. Itu bukan arak bali yang biasa kita kenal," katanya.
(gds/djo)











































