Kim yang saat ini berusia 67 tahun, telah mengalami stroke pada tahun lalu. Sejumlah media Korea Selatan (Korsel) memberitakan, Korut telah meminta badan-badan utama negeri itu dan pusat misinya di luar negeri untuk berjanji akan setia pada putra bungsi Kim, Kim Jong-un.
"Saya diberitahu oleh pemerintah Korsel mengenai langkah itu dan janji kesetiaan," kata Park Jie-won, anggota partai oposisi, Democratic Party seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (2/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak banyak yang diketahui mengenai Kim Jong-un yang ditunjuk untuk menggantikan Kim itu. Pria itu dilahirkan antara tahun 1983 atau awal tahun 1984. Pria itu telah menempuh pendidikan di Swiss. Sumber-sumber intelijen mengatakan, dia tampaknya paling mampu untuk memimpin di antara tiga putra
Berita penunjukkan pengganti Kim ini terjadi di tengah provokasi militer yang dilakukan Korut terhadap Korsel.
"Ada kaitan signifikan antara provokasi militer Korut belakangan ini dan isu penggantian," kata Lee Dong-bok, pakar mengenai taktik negosiasi Korut.
Menurut media Korsel, Chosun Ilbo yang mengutip sumber militer, Korut baru-baru ini telah meningkatkan latihan militernya. Negeri komunis itu juga mulai menyetok amunisi dan menerapkan perintah larangan berlayar di perairan pantai baratnya. Langkah-langkah itu menurut Chosun Ilbo untuk bersiap-siap terhadap kemungkinan perang dengan Korsel.
(ita/iy)











































