berhasil menggasak sejumlah perhiasan, 5 telepon seluler dan uang tunai Rp10 juta. Polisi belum bisa mengungkap aksi ini.
"Sejumlah perhiasan diambil," kata korban Wantia kepada wartawan di TKP, Jl Yado II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2009).
Korban sendiri merupakan direktur sebuah perusahaan alat-alat berat rekanan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Istrinya seorang dokter dan korban berkantor di bilangan Jl Jend Sudirman, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada dua orang lagi yang mondar-mandir di jalan mengawasi," tambahnya.
Usai menggasak harta benda korban, pelaku pamit. Dan terkuak ketika pembantu mendapati kamar majikan acak-acakan.
"Ini kedua kalinya. Dulu yang diambil laptop," tambahnya.
Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Baru, Ipda Dian Indra yang memimpin olah TKP
mengaku masih menyelidiki kasus ini. "Saksi berupa kedua pembantu sedang
kami mintai keterangan," bebernya.
(asp/nwk)










































