"Saya melihat di mana-mana perempuan dianggap aset," kata Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Masruchah di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2009).
Menurut Masruchah, hingga saat ini diskriminasi terhadap perempuan masih terus terjadi. Anggapan bahwa istri adalah properti atau aset tidak hanya menimpa Mano, tetapi juga menimpa jutaan perempuan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam jumpa pers di Markas Laskar Merah Putih, Jalan Biak, Petojo, Jakarta Pusat, Minggu (31/5/2009), Manohara mengaku diperlakukan ibarat mainan oleh suaminya. Fakhry bahkan mengatakan ke Mano bahwa Mano hanyalah properti baginya.
"Buat Fakhry, Mano itu seperti mainan saja. Tengku Bilang, karena kamu properti saya," kata Mano.
(sho/nrl)











































